Yayasan Rifa Bina Mandiri Gandeng Flores Super Aviation, Buka Peluang Karier Pramugari dan Staf Bandara di Cimahi
CIMAHI – Upaya membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan mulai digagas di Kota Cimahi. Yayasan Rifa Bina Mandiri resmi menjalin kerja sama dengan Flores Super Aviation untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tenaga profesional penerbangan, mulai dari pramugari, pramugara hingga staf pelayanan bandara.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan perjanjian yang berlangsung di kantor Yayasan Rifa Bina Mandiri, Minggu (8/11/2026).
Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Ketua sekaligus Owner Yayasan Rifa Bina Mandiri, Hj. Rifa Rubariyah, dan Presiden Direktur Flores Super Aviation, Gregorius B.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan industri penerbangan, sekaligus membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cimahi.
Presiden Direktur Flores Super Aviation, Gregorius B., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan tenaga kerja seiring rencana operasional perusahaan pada Januari–Februari 2027.
Menurutnya, kebutuhan SDM di sektor penerbangan cukup besar sehingga pihaknya memperluas jangkauan pendidikan dan pelatihan melalui kolaborasi dengan Yayasan Rifa Bina Mandiri.
“Ini merupakan pelatihan yang kedua kalinya kami selenggarakan. Mengingat pada Januari dan Februari 2027 akan mulai beroperasi, kebutuhan sumber daya manusia cukup besar. Karena itu, kami membuka kerja sama pelatihan di Cimahi,” ungkap Gregorius.

Ia menjelaskan, tahap awal pelatihan akan difokuskan pada pendidikan staf bandara dan tenaga pelayanan penerbangan. Flores Super Aviation sendiri telah menjalankan sejumlah kegiatan pelayanan penerbangan, termasuk pelayanan penumpang, ground handling, serta penyediaan tenaga pramugari.
Bahkan, perusahaan tersebut,telah menjalin kontrak kerja sama dengan pemerintah di Wamena, Papua, yang sudah berjalan selama dua tahun.
Gregorius berharap kemitraan dengan Yayasan Rifa Bina Mandiri dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Capt. Novi Arif Ginanjar, mantan pilot Batik Air yang turut terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan penerbangan di Cimahi melalui Cimahi Flight Attendant Academy (CFAA).
Novi mengatakan, keterlibatannya dalam CFAA dilandasi keinginan untuk memberikan kontribusi bagi daerah kelahirannya, Kota Cimahi.
“Sebagai putra daerah, saya ingin membaktikan pengalaman dan kemampuan yang saya miliki untuk membangun Kota Cimahi. Saya bersama Pak Gregorius sebelumnya telah mengembangkan sekolah pramugari, pramugara, dan Aviation Security,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran lembaga pelatihan penerbangan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Cimahi.
Menariknya, program CFAA juga diarahkan untuk memberikan peluang penyaluran kerja bagi peserta setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan. Namun, proses tersebut tetap harus memenuhi persyaratan kompetensi, sertifikasi, serta ketentuan yang berlaku di sektor penerbangan.
Novi menjelaskan, salah satu aspek penting yang harus dipenuhi adalah persyaratan sertifikasi TCC 142 yang berkaitan dengan standar penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan penerbangan.
“Kami berharap melalui CFAA, masyarakat Cimahi tidak hanya mendapatkan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memasuki dunia kerja, baik di perusahaan penerbangan dalam negeri maupun peluang di luar negeri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua sekaligus Owner Yayasan Rifa Bina Mandiri, Hj. Rifa Rubariyah, menyambut optimistis terjalinnya kerja sama tersebut.
Ia menegaskan, yayasan yang dipimpinnya berkomitmen membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna memperluas akses pendidikan keterampilan sekaligus membantu penyerapan tenaga kerja.
“Alhamdulillah, hari ini Yayasan Rifa Bina Mandiri telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Flores Super Aviation. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat Kota Cimahi memperoleh kesempatan kerja,” tutur Rifa.
Ia menambahkan, para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan nantinya akan diarahkan untuk memperoleh peluang penempatan kerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di bandara-bandara Indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan hingga ke luar negeri.
Senada dengan itu, Manager CFAA, Ike Sunandar, menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan lembaga pelatihan penerbangan di Cimahi.
Menurutnya, sinergi antara Yayasan Rifa Bina Mandiri, Flores Super Aviation, dan Capt. Novi Arif Ginanjar diharapkan mampu membuka kesempatan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin berkarier di industri penerbangan.
“Alhamdulillah, perjalanan CFAA menunjukkan perkembangan yang positif. Dengan ditandatanganinya kerja sama ini, kami berharap semakin banyak warga Cimahi mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh peluang kerja. Mudah-mudahan program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” pungkas Ike.
Kerja sama ini menjadi peluang baru bagi pengembangan pendidikan vokasi di Kota Cimahi. Namun, keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat ditentukan oleh kualitas pelatihan, pemenuhan standar sertifikasi, transparansi persyaratan peserta, serta realisasi penempatan kerja sebagaimana yang dijanjikan kepada calon tenaga kerja.
Achmad Syafei
![]()
