Gedung Baru Puskesmas Cibeureum Diresmikan, Tingkatkan Mutu dan Kenyamanan Pelayanan
CIMAHI,Rabu(31/12/2025)
Akses layanan kesehatan bagi warga Kelurahan Cibeureum kini semakin dekat dan memadai seiring diresmikannya Gedung Baru Puskesmas Cibeureum. Peresmian fasilitas kesehatan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Rabu (31/12), menandai babak baru pelayanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pembangunan Puskesmas Cibeureum merupakan respons atas kebutuhan layanan kesehatan dasar yang semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Kelurahan Cibeureum yang mencapai lebih dari 62 ribu jiwa, kehadiran puskesmas baru ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada layanan kesehatan dasar yang cepat, aman, dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan bahwa proses pembangunan dilaksanakan selama 150 hari kerja dan telah dinyatakan selesai melalui tahapan provisional hand over (PHO) pada akhir Desember 2025. Ia juga menjelaskan pembangunan puskesmas ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional Integrasi Layanan Primer (ILP). Konsep ini menekankan pelayanan kesehatan berkelanjutan sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, dalam satu sistem layanan yang saling terhubung. Hal ini menjadikan Puskesmas Cibeureum sebagai salah satu puskesmas pertama di Kota Cimahi yang dibangun sesuai standar tersebut.
Lebih lanjut Mulyati menambahkan bahwa fasilitas yang tersedia kini lebih lengkap dan representatif, termasuk ruang pelayanan terpadu, ruang persalinan, ruang bermain anak, serta akses yang ramah bagi penyandang disabilitas. Puskesmas ini juga didukung oleh 45 tenaga kesehatan, termasuk enam dokter dan tenaga medis lainnya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pembangunan Puskesmas Cibeureum bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik baru, melainkan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Ia menyebut puskesmas dituntut untuk menyelenggarakan pelayanan yang terintegrasi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ngatiyana juga menegaskan bahwa keberadaan puskesmas yang nyaman dan tertata baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga tentang rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien.
“Ketika masyarakat datang ke puskesmas, mereka harus merasa dilayani dengan baik, didengar, dan diperlakukan secara manusiawi. Gedung baru ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana meminta seluruh petugas puskesmas untuk dapat memberikan pelayanan prima, dan melayani masyarakat dengan santun dan humanis. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan sistem kerja yang profesional. Menurutnya, fasilitas yang baik harus diiringi dengan etos kerja, disiplin, serta empati tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.
Selain itu, Puskesmas Cibeureum diharapkan mampu mengurangi beban pelayanan rumah sakit melalui penguatan fungsi promotif dan preventif. Pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi gizi, layanan ibu dan anak, serta deteksi dini penyakit menjadi fokus utama dalam operasional puskesmas ke depan.
Terakhir, Wali Kota mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal sekaligus ikut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan puskesmas. Dengan diresmikannya Puskesmas Cibeureum, layanan kesehatan primer diharapkan semakin merata, mudah diakses, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Nani P.
![]()
