Workshop Harmoni Tubuh dan Jiwa Disabilitas Melalui Teater dan Permainan Tradisional Digelar di Cimahi
Cimahi, Rabu (15/04/2026)
Bertempat di Aula Fakultas Psikologi UNJANI lantai 4, kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Hermana HMT, S.Sr., dan Mei Suprihartini, S.T., CHA, CC MHC, CH. Kegiatan berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh berbagai organisasi serta lembaga yang peduli terhadap perkembangan anak.
Usai memberikan materi, salah seorang narasumber yang juga pelaku seni teater, Hermana HMT, S.Sr., memberikan penjelasan terkait materi yang disampaikan dalam workshop tersebut.
“Hari ini Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) menyelenggarakan kegiatan workshop tentang teater dan permainan anak tradisional yang dikhususkan untuk disabilitas. Sebenarnya workshop ini bukan hanya diperuntukkan untuk disabilitas saja, namun untuk semua, dengan tujuan bagaimana mengembangkan kesadaran masyarakat bahwa betapa pentingnya permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak. Tujuannya untuk mengembangkan bukan hanya badannya saja, tetapi juga pikiran, jiwa, dan pengetahuannya. Anak-anak merupakan makhluk yang masih kosong dan harus diisi oleh sesuatu yang bermanfaat. Permainan tradisional ini merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak agar otaknya menjadi lebih cerdas, perasaannya lebih peka, serta tubuhnya lebih aktif, kreatif, dan produktif, sehingga kesehatan mental dan fisiknya tetap terjaga,” ungkap Hermana HMT.
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., memberikan penegasan terkait kegiatan workshop tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh RKBM. Kegiatan ini merupakan bagian dari kreativitas RKBM untuk mengajukan anggaran ke Dana Indonesiana. Harapan dari DKKC adalah semua komunitas, sanggar, dan paguron dapat mandiri dalam mencari anggaran untuk pengembangan kebudayaan. Tugas DKKC selanjutnya adalah membantu pembuatan legalitas, proposal, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi. Kegiatan hari ini sungguh luar biasa, karena selain pembinaan, terdapat unsur pelestarian, pemanfaatan, dan pendayagunaan dari para pelaku budaya. Secara spesifik, kegiatan ini mengangkat bagaimana anak-anak disabilitas juga memiliki potensi yang luar biasa melalui dunia teater dan permainan tradisional. Semoga permainan tradisional dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah melalui Dinas Pendidikan. Hal ini menjadi pemikiran bagi kita semua dalam membentuk karakter anak-anak usia dini maupun berkebutuhan khusus, dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMP, menuju Anak Indonesia Hebat 2045,” tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani, Brigjen (Purn.) Dr. Eri Aditiawara Hidayat, memberikan tanggapan positif terkait digelarnya workshop olahraga tradisional bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kami dari Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani sangat mendukung kegiatan yang berlangsung hari ini, karena anak-anak berkebutuhan khusus harus dilibatkan secara inklusi. Melalui permainan tradisional, anak dapat mengasah kreativitas dan secara kognitif mampu mengoptimalkan dirinya, baik dari sisi kerja sama, psikomotor, gerakan, maupun pemikiran. Dengan demikian, anak dapat berinteraksi lebih baik di lingkungan sosial. Saya berharap masyarakat tidak menganggap remeh anak-anak berkebutuhan khusus, karena pada dasarnya mereka bisa saja memiliki kecerdasan yang baik, meskipun ada keterbatasan fisik atau lainnya. Jika mereka dilibatkan, bukan tidak mungkin mereka dapat menunjukkan kelebihannya secara optimal dan berfungsi dengan baik di masyarakat,” tegasnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Lucky S.M., S.E., M.M., turut memberikan tanggapan terkait kegiatan workshop yang dilaksanakan di Fakultas Psikologi UNJANI setelah membuka acara tersebut.
“Terima kasih kepada Bunda Mei dan seluruh tim Yayasan RKBM atas terselenggaranya kegiatan yang luar biasa ini. Upaya yayasan dalam memberikan ruang bagi ide-ide kreatif, mulai dari kerajinan hingga pelestarian budaya, tidak hanya memperkaya keterampilan peserta, tetapi juga mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan di lingkungan kita,” pungkas Lucky kepada wartawan.
Nani P.
![]()
