Jejak Linda Grave dan Iryani Levana, Menantu Soekarno yang Tumbuh dari Keluarga Multikultural Bandung
BANDUNG — Di balik kisah keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, terdapat sejumlah nama yang tidak banyak muncul dalam pemberitaan, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keluarga tersebut. Salah satunya adalah Iryani Levana Danubrata, perempuan asal Bandung yang pada 1981 menikah dengan Mohammad Taufan Soekarnoputra, putra Soekarno dari pernikahannya dengan Hartini.
Kisah Iryani tidak dapat dilepaskan dari sosok ibunya, Linda Grave, yang dalam sejumlah sumber disebut memiliki darah campuran Rusia-Jepang. Linda kemudian menikah dengan Sidik Danubrata, seorang pria asal Sunda. Dari pernikahan tersebut lahirlah empat anak, dengan Iryani sebagai anak kedua sekaligus satu-satunya anak perempuan.
Dalam lingkungan keluarga, Iryani dikenal dengan nama panggilan “Meis”. Sumber yang ditulis Julius Pour dan dimuat dalam Asha’s Documentary Weblog menyebut Iryani lahir di Bandung pada Januari 1958. Namun, terdapat perbedaan mengenai tanggal kelahirannya: sumber tersebut mencatat 9 Januari, sedangkan sumber lain mencatat 5 Januari 1958.
Linda Grave dan jejak keluarga Danubrata
Nama Linda Grave menjadi bagian penting dalam penelusuran silsilah keluarga Iryani. Dalam sejumlah sumber berbahasa Indonesia, Linda disebut sebagai istri Sidik Danubrata dan ibu dari Iryani Levana.
Wikidata juga mencatat Sidik Danubrata sebagai ayah dan Linda Grave sebagai ibu Iryani Levana Danubrata, sementara pasangan Iryani dicatat sebagai Taufan Sukarnoputra. Data tersebut merupakan pencatatan ensiklopedis, sehingga tetap perlu dibaca bersama sumber-sumber biografis lainnya.
Jejak nama keluarga Grave juga muncul dalam sebuah obituari Wera Grave yang diterbitkan di Amerika Serikat pada 2002. Dalam obituari tersebut terdapat keterangan mengenai seorang saudara bernama Lily Danubrata yang tinggal di Bandung. Keterangan ini menjadi salah satu petunjuk independen mengenai keberadaan Lily Danubrata di Bandung.
Sejumlah nama yang merujuk pada sosok yang sama juga muncul dalam berbagai sumber, antara lain Lidia Nikolay Grave, Lily Grave, Lily Danubrata, Linda Grave, hingga Lili Danubrata. Perbedaan penulisan nama tersebut menunjukkan bahwa penelusuran identitas keluarga ini masih membutuhkan pencocokan dengan dokumen primer, terutama arsip keluarga, catatan sipil, dan dokumen sezaman.
Dari Bandung menuju keluarga Soekarno
Iryani Levana kemudian memasuki lingkaran keluarga besar Soekarno melalui pernikahannya dengan Mohammad Taufan Soekarnoputra.
Taufan merupakan putra Soekarno dan Hartini. Ia lahir di Bogor pada 27 Maret 1955 dan merupakan kakak dari Bayu Soekarnoputra. Taufan pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan kemudian melanjutkan studi di California State University, Amerika Serikat.
Hubungan Iryani dan Taufan bermula ketika keduanya masih muda. Sumber biografis yang tersedia menyebut keduanya bertemu pada 1973. Hubungan tersebut kemudian berkembang dan berlanjut hingga pertunangan pada 25 April 1981.
Pernikahan akhirnya dilangsungkan pada 18 Oktober 1981 di Bandung, tepatnya di kediaman keluarga Sidik Danubrata di Jalan Dr. Setiabudhi 261–263. Catatan tersebut juga menyebut bahwa pernikahan berlangsung di rumah keluarga Iryani, memperlihatkan kuatnya hubungan keluarga Danubrata dengan prosesi penting tersebut.
Pernikahan yang menghubungkan dua keluarga
Pernikahan Iryani Levana dan Taufan menjadi titik penting dalam perjalanan hidup perempuan Bandung tersebut. Sejak saat itu, namanya semakin dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Soekarno.
Dalam perjalanan berikutnya, Iryani juga tercatat memiliki keterlibatan dengan Yayasan Bung Karno. Tulisan Julius Pour menyebut bahwa setelah Taufan meninggal, Iryani dipercaya menjalankan tugas sebagai bendahara yayasan dan terlibat dalam penataan serta penelusuran koleksi peninggalan Soekarno. Ia disebut memiliki ketertarikan pada seni dan pernah mempelajari desain interior.
Perannya tersebut membuat Iryani bukan sekadar dikenal sebagai istri Taufan Soekarnoputra. Ia juga muncul dalam cerita mengenai upaya merawat dan menata kembali berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Soekarno.
Pernikahan yang hanya berlangsung lima tahun
Kehidupan rumah tangga Iryani dan Taufan ternyata berlangsung relatif singkat. Keduanya belum dikaruniai anak ketika Taufan meninggal dunia pada 17 Januari 1986 di Jakarta dalam usia 30 tahun. Ia kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Dengan demikian, pernikahan yang dimulai di Bandung pada Oktober 1981 tersebut hanya berlangsung sekitar lima tahun.
Kisah Iryani Levana menjadi menarik bukan semata karena statusnya sebagai menantu Soekarno. Di balik nama tersebut terdapat jejak keluarga yang mempertemukan unsur Sunda, Rusia, Jepang, dan lingkungan keluarga besar Presiden Soekarno.
Namun, sejumlah detail mengenai silsilah keluarga Grave maupun identitas dan riwayat Linda Grave masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut melalui sumber primer. Karena itu, informasi mengenai hubungan keluarga dan variasi nama tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari penelusuran sejarah keluarga, bukan sebagai fakta final sebelum seluruh dokumen pendukung dapat ditemukan.
Jejak Iryani Levana pada akhirnya memperlihatkan satu potongan kecil dari sejarah keluarga besar Soekarno—sebuah kisah yang bermula dari Bandung, berlanjut ke keluarga kepresidenan, dan kemudian bersinggungan dengan upaya menjaga warisan sejarah Bung Karno.
Hafidz Jafarli
![]()
