Maestro Aksara Kecewa Haknya sebagai Narasumber Terkesan Diabaikan oleh Disparbud Jabar
Cimahi, Rabu (30/09/2026)Maestro aksara Kota Cimahi, Yudistira Purana Sakyakirty atau lebih akrab disapa Mang Ujang Laip, telah merelakan honor yang seharusnya diterima, namun sudah hampir tiga minggu tidak ada kejelasan.Hal ini tentu saja mendapat perhatian dari kalangan praktisi dan rekan-rekannya. Beberapa upaya telah dilakukan dengan menanyakan kepada dinas terkait yang ada di Kota Cimahi maupun kepada dinas terkait yang ada di Provinsi Jawa Barat, namun jawabannya sedang proses. Apakah serumit itu birokrasi keuangan yang harus dikeluarkan oleh pemerintah kepada seniman sekelas Mang Ujang Laip?Saat dikonfirmasi kepada Kadisbudparpora Kota Cimahi beserta staf, jawabannya memang sedang proses.”Hak Mang Ujang memang sedang proses di Provinsi karena bukan hanya untuk Kota Cimahi saja transfer atau pembayarannya, namun untuk beberapa kota/kabupaten yang waktu itu menggelar acara Dialog Budaya secara bersamaan,” ungkapnya.Sementara saat dikonfirmasi kepada pihak Disparbud Jawa Barat, yang diwakili oleh salah seorang Kabid yang berhasil dihubungi melalui aplikasi WA, menyatakan bahwa pengajuan pembayaran sedang dalam proses.”Mohoh maaf atas keterlambatannya, namun sudah dalam proses dan pembayaran untuk narasumber langsung dari kas daerah dan bukan dari bendahara dinas. Jadi, mohon maaf agak terlambat dalam proses pembayaran kepada narasumber. Biasanya tidak lama, mungkin kebetulan untuk Kota Cimahi sedang ada masalah di sistem,” jawabnya melalui aplikasi WA.Namun, beberapa saat kemudian setelah dikonfirmasi oleh wartawan terkait keterlambatan honor bagi narasumber Maestro Aksara Mang Ujang Laip, Kabid Disparbud Jawa Barat mengirim pesan kembali melalui aplikasi WA bahwa pengajuan untuk honor narasumber Mang Ujang Laip sudah masuk sistem dan bisa cair besok.”Barusan ada jawaban, kabarnya sudah diinput. Kemungkinan besok pencairannya,” tambahnya.

Ketua Yayasan Gapura Sadulur Sajati, Ade Irwan Suryana, S.Sn., menyayangkan terjadinya keterlambatan pembayaran honor narasumber terhadap Maestro Aksara Mang Ujang Laip.”Keterlambatan pembayaran honorarium kepada Maestro Aksara Mang Ujang Laip bukan sekadar soal uang, melainkan soal penghormatan, keadilan, dan pengakuan atas jasa para tokoh budaya yang telah mendedikasikan hidupnya menjaga warisan bangsa.Adanya alasan ‘sedang proses’ dan ‘masalah sistem’ tidak boleh menjadi tameng yang abadi. Birokrasi seharusnya melayani, bukan mempersulit, apalagi mengabaikan mereka yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan nama baiknya untuk kegiatan negara. Jika sistem bermasalah, perbaiki, bukan membiarkan warga yang menanggung kerugian dan ketidakpastian.Pembayaran yang tertunda hampir tiga minggu adalah bentuk ketidakpedulian yang tak bisa dimaafkan. Apakah sesulit itu menepati janji dan menunaikan hak warga negara yang sah?Para seniman dan budayawan bukanlah pihak yang patut ditunda-tunda haknya. Mereka adalah aset bangsa yang harus dihargai, bukan terkesan dipermainkan dengan alasan birokrasi yang tak berujung.Kami menuntut agar pencairan dilakukan secepatnya tanpa alasan lagi. Yang lebih penting: perbaiki sistemnya, perbaiki sikapnya. Jangan sampai semangat menjaga budaya justru dipadamkan oleh kelalaian pengurusnya sendiri,” tegas Ketua Yayasan Gapura Sadulur Sajati.Mang Ujang Laip sendiri menyatakan sudah tidak berharap lagi jika uang honorariumnya dibayar atau tidak oleh Disparbud Jabar yang bekerja sama dengan Disbudparpora Kota Cimahi dalam acara Dialog Budaya Kota Cimahi 2026 dan Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi.”Punten bilih aya artos nu kedah di ka Mang Ujang, keun, saéna teu kedah dikintun.Paralun, sanés Mang Ujang teu peryogi, mung ti kamari ogé tos diikhlaskeun.Mangga éta mah teu langkung, bilih badé dikumahakeun ogé mangga, mangga pang dugikeun.”(Maaf, jika ada uang yang akan dikirim kepada Mang Ujang, tidak usah saja. Lebih baik diberikan kepada yang membutuhkan. Maaf, bukan Mang Ujang tidak membutuhkannya, namun dari kemarin-kemarin juga sudah saya ikhlaskan. Silakan mau digunakan untuk apa juga, silakan.)Pungkasnya.
Red.
![]()
