DKKC Hadirkan Literasi dan Pertunjukan Budaya dalam Cimahi Street Music
Cimahi, Minggu (31/05/2026)
Terpantau hal yang menarik saat tempat berlangsungnya para musisi yang ada di Kota Cimahi menunjukkan kebolehannya dalam bidang musik. Namun kali ini, kegiatan tersebut diisi oleh pementasan diskusi budaya, khususnya budaya Sunda, penampilan ritual yang mengusung kisah Dewi Padi atau Dangiang Dewi Sri Pohaci, serta penampilan pencak silat dan permainan anak menyusun batu. Kegiatan yang juga melibatkan tak kurang dari 200 mahasiswa STKIP Siliwangi tersebut membuat suasana semakin semarak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Literasi Budaya, Komite Ritus dan Adat Istiadat, Komite Olahraga Tradisional dan Permainan Tradisional, serta Komite Pengetahuan Tradisional Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) cukup menarik perhatian masyarakat yang berada di kawasan selatan Alun-alun Kota Cimahi.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DKKC, pengurus DKKC, Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, serta para seniman tersebut cukup membuat suasana berbeda dengan malam Minggu sebelumnya.
Viska Suasana Arum, S.Pd., M.Pd., selaku juru bicara DKKC menjelaskan terkait kegiatan yang digelar.

“Kegiatan hari ini adalah pemberdayaan pengembangan budaya yang ada di dalam lingkup Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC). Di dalam kegiatan ini ada empat komite yang terlibat, yakni Komite Tradisi Adat dan Ritus, Komite Pengetahuan Tradisional, Komite Literasi Budaya, dan Komite Olahraga Tradisional serta Permainan Rakyat. Substansi dari kegiatan ini adalah pengembangan budaya yang memang sudah lama melalui konsep seni pertunjukan sesuai yang termaktub dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, yang ternyata sembilan di antaranya adalah pengembangan kebudayaan. Kami memiliki tugas khusus dan juga PR yang cukup besar, yakni pengembangan kebudayaan. Teman-teman di sini memang berkecimpung dalam bidang pengembangan kebudayaan. Kami menginisiasi pengenalan kepada masyarakat. Kami mendapat dukungan dengan hadirnya tak kurang dari 200 mahasiswa dari STKIP Siliwangi, DKKC, Media Baru, dan seni pertunjukan. Kami berharap dapat menggugah kembali seni tradisi buhun agar dikenal kembali oleh masyarakat dan meluruskan stigma masyarakat bahwa tontonan itu adalah seni pertunjukan,” terang Viska Suasana Arum, S.Pd., M.Pd. kepada wartawan.
Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudiansyah, S.Pd., menambahkan terkait kegiatan yang dilaksanakan.
“Terkait kegiatan ini, kami dari Pemerintah Kota Cimahi, khususnya Disbudparpora Kota Cimahi, menyambut baik adanya kegiatan literasi budaya. Walaupun di tengah kondisi efisiensi, mereka masih tetap konsisten mengembangkan dan melestarikan kebudayaan yang dilaksanakan secara rutin setiap malam Minggu dari pukul 16.00 WIB sampai 22.00 WIB. Mereka rutin melakukan kegiatan berkesenian dengan konsep yang berbeda setiap malam Minggunya. Hari ini dengan konsep literasi budaya, mereka mengundang mahasiswa dan masyarakat umum untuk hadir mengapresiasi kegiatan seperti ini melalui konsep pentahelix. Hal ini merupakan win-win solution, mereka berapresiasi dan kita mengapresiasi. Dengan hadirnya 200 mahasiswa dari STKIP Siliwangi, hal ini menjadi luar biasa. Kita juga diajak untuk menampilkan sesuatu yang berbeda di tengah-tengah mereka. Jadi kami menyambut baik dan juga mengapresiasi. Saya berharap kegiatan ini terus ditingkatkan dan tetap konsisten, dengan setiap minggu menampilkan konsep yang berbeda. Hari ini tentang literasi budaya, minggu depan tentang apa lagi. Terus berbudaya, terus menampilkan, terus mengedukasi masyarakat, serta terus berkreasi,” pungkas Ares Rudiansyah, S.Pd., Kepala Seksi Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi.
Nani P.
![]()
