Disarpusda Cimahi Dorong Pelestarian Naskah Kuno sebagai Warisan Intelektual Bangsa
Cimahi, Sabtu (17/10/2026)
Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi memperkuat komitmen pelestarian warisan intelektual dan budaya Nusantara melalui kolaborasi lintas daerah. Salah satunya dengan mengikuti Sosialisasi Identifikasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Rasamala, Jalan Raya Pangalengan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, tersebut diikuti 125 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pengelola naskah kuno, komunitas budaya, Duta Baca, hingga Bunda Literasi dan Bunda Arsip.
Disarpusda Kota Cimahi diwakili Sekretaris Dinas Niagara Rahardja, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bidang Perpustakaan Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong langkah konkret dalam mengidentifikasi, mendata, mendaftarkan, dan mendigitalisasi naskah kuno. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kandungan sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara Rahardja, menegaskan bahwa pelestarian naskah kuno perlu memadukan perawatan fisik secara konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital.
“Identifikasi, pendataan, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno merupakan langkah penting dalam menjaga warisan intelektual dan budaya Nusantara,”ujar Niagara.
Menurutnya, digitalisasi membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses sumber pengetahuan bersejarah tanpa mengabaikan perlindungan dan perawatan naskah aslinya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Cimahi, Rusli Sudarmadi, menyebut perpustakaan kini memiliki peran lebih luas, bukan sekadar tempat membaca, melainkan juga pusat pelestarian identitas dan pengetahuan bangsa.
Ia menilai keterlibatan pemerintah, komunitas budaya, pengelola naskah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menelusuri keberadaan naskah kuno sekaligus memastikan pendokumentasiannya berjalan lebih baik.
Dukungan juga disampaikan Yudistira Purana atau Mang Ujang, perwakilan Komunitas Pancanaka asal Cimahi yang dikenal sebagai penyalin naskah kuno. Karya dokumentasinya tersimpan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi.
Ia mengapresiasi keterlibatan Disarpusda Cimahi dalam kegiatan tersebut karena dinilai menunjukkan kepedulian terhadap penyelamatan karya sejarah dan pengetahuan lokal.
Dalam kesempataan tersebut juga hadir Tokoh Aksara buhun
Menurut Mang Ujang, digitalisasi menjadi peluang bagi karya-karya bernilai sejarah untuk dikenal lebih luas dan diwariskan kepada generasi penerus.
Keikutsertaan Disarpusda Cimahi dalam kegiatan ini diharapkan memperkuat kapasitas aparatur, memperluas jejaring kerja sama, serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pelestarian bahan perpustakaan bernilai sejarah di Kota Cimahi.
Melalui kolaborasi pemerintah dan komunitas budaya, pelestarian naskah kuno diharapkan tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut pada dokumentasi, perlindungan, dan pemanfaatan pengetahuan lokal secara berkelanjutan.
Nani P.
![]()
